Tergesa-gesa
Orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. (Amsal 19:2B)
“Guru, saya ingin belajar ilmu bela diri dan menjadi murid guru,” kata seorang pemuda kepada seorang guru silat. “Baiklah mulai besok pagi aku akan mengajarkanmu,” jawab sang guru. “Maaf guru kalau boleh saya tau, berapa lamakah waktu yang akan saya butuhkan untuk menjadi seorang guru silat yang paling hebat di negeri ini?” Tanya si pemuda. ‘Sekurang-kurangnya 10 tahun.” Jawab gurunya. “Sepuluh tahun, bukankah itu terlalu lama, Guru? Bagaimana bila saya melipatgandakan usaha saya? Berapa lama waktu yang akan saya butuhkan?” Si guru menjawab, “20 tahun.” Pemuda itu bertanya kembali, “kalau saya berlatih siang malam, berapa lama waktu yang saya butuhkan?”, “Tiga Puluh tahun!”, Si pemuda keheranan “Mengapa jika saya lebih rajin, waktu yang dibutuhkan lebih lama?”, “Jika pekerjaan dikerjakan dengan terburu-buru, maka pekerjaan itu tidak akan pernah dapat diselesaikan dengan baik, “Jawab gurunya dengan bijak.
Vincent Van Gogh menjelaskan, “Pencapaian yang hebat bukan dilakukan dengan dorongan kuat semata-mata, tetapi dengan gabungan dari langkah-langkah yang kecil.” Tidak dapat dipungkiri, ketika kita diberi tugas pekerjaan, kita pasti ingin sekali menyelesaikan secepat mungkin. Itu sikap yang baik, tetapi bukan berarti kita dapat mengerjakan dengan asal-asalan atau tergesa-gesa. Bekerja dengan menggunakan prinsip ‘asal selesai’ tentunya akan mengurangi kualias kerja kita.
Orang-orang akan lupa seberapa cepat Anda mengerjakan sebuah pekerjaan, tetapi mereka akan mengingat seberapa baik Anda mengerjakannya. So, hindari sikap tergesa-gesa, dan belajarlah untuk bekerja lebih teliti lagi.
Renungan : Pekerjaan yang dilakukan tergesa-gesa, biasanya menyimpan sebuah kesalahan.
Hikmat Profesi (Juni 2009)











Leave your response!