Stanford University
Keangkuhan merendahkan orang, Tetapi orang yang rendah hati menerima pujian (Amsal 29 : 23)
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar dan suamiya yang berpakaian sederhana terlihat usang, berjalan menuju kantor Harvard University di Boston. “Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut kepada seorang sekretaris. “Beliau hari ini sibuk, ” sahut sekretaris cepat. “Kami akan menunggu,” jawab sang wanita. Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pimpinan. Pimpinan Harvard menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, tetapi dia tidak menyukai ada orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya.
Setelah bertemu pimpinan, wanita itu berkata, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia disini. Tetapi setahun yang lalu dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini.”
Namun pimpinan Harvard tidak tersentuh… dia bahkan terkejut.
“Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini akan seperti kuburan.”
“Oh bukan,” wanita itu menjelaskan, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”
Sang pimpinan Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah Gedung?!?! Apakah kalian tau berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dollar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”
Tuan dan Nyonya Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi karena pimpinan Harvard tidak percaya pada kemampuan mereka, mereka melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, dimana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, Stanford University, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan Harvard.
Apa pendapat anda tentang kisah diatas ??? Renungkanlah… sendiri…
Renungan : Jangan memandang dengan sebelah mata terhadap orang lain, karena bisa saja dia dipakai Tuhan untuk memberkatimu.
Hikmat Profesi (Juni 2009)











Leave your response!