Kreativitas
Naiklah mereka ke atap rumah lalu membongkar atap itu, lalu menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. (Lukas 5 : 17 – 26)
Ketika harga bahan bakar minyak tanah membumbung tinggi dan adanya program pemerintah untuk melakukan konversi dari minyak tanah ke gas, banyak orang melakukan langkah kreatif. Dan menghasilkan penemuan-penemuan baru mengenai bahan bakar yang terbuat dari campuran air dan sedikit minyak tanah, dan ada juga bahan bahan bio gas (bahan bakar yang berasal dari kotoran ternak). Yang harganya lebih murah dan dapat bertahan lebih lama dari minyak tanah maupun gas. Sebuah langkah cerdas yang belum pernah dilakukannya. Ternyata, justru dengan adanya krisis minyak dunia, membuat manusia menjadi semakin kreatif. Kesulitan ternyata dapat mengasah kreativitas.
Dalam kehidupan sehari-hari, acap kali kesulitan membuat semua jalan tampaknya tertutup, gelap dan suram. Apa yang anda lakukan? Marah? Tidak Terima?
Sepertinya halnya ketika kedatangan Yesus ke Kapernaum. Begitu banyak orang datang kesitu, sehingga tidak ada lagi tempat. Yang datang bukan hanya orang-orang sehat, melainkan juga orang sakit, bahkan lumpuh. Dan, si orang lumpuh sangat perlu bertemu Yesus! Disinilah timbul masalah. Karena tak mudah membawa seorang lumpuh untuk menembus kerumunan. Kesulitan yang muncul memaksa empat sahabat si lumpuh untuk berpikir dan mencara cara. Akhirnya, mereka menemukan cara yaitu : Mereka membuka atap dan menurunkan tilam tempat si lumpuh berbaring.
Sebenarnya dengan kesulitan-kesulitan itu, Allah ingin anda bersikap cerdas dan menemukan hikmat. Allah ingin kita mengelola hidup ini dengan cara-cara yang lain yang tak biasa, agar dapat mengatasi kesulitan anda.
Renungan : Kesulitan takkan teratasi jika anda hanya mengeluh, Jadikanlah kesulitan sebagai saran untuk bertumbuh.
Hikmat Profesi (Juni 2009)











Leave your response!