Buah Ketekunan
Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. ( Roma 8 : 25 )
Beberapa puluh tahun yang lalu, AQUA adalah produk yang memperoleh cibiran banyak orang. “Air kok lebih mahal dari bensin,” begitulah komentar orang-orang. Penjualan pun berjalan seret. Kalau saja pendirinya Tirto Utomo mundur pada waktu itu, kita tentu tidak akan mengenal SUPERBRAND AQUA. Mungkin tidak ada ide bisnis yang benar-benar buruk ataupun jenius. Kegigihan dan ketekunan kitalah yang akan membuktikan apakah ide tersebut menjadi winner atau loser.
Seorang bijak mengatakan, “Ada empat langkah untuk sampai pada penyelesaian : merencanakan dengan penuh makna, menyiapkan diri dengan doa, memulai secara positif, dan melanjutkan dengan tekun.” Ya, ketekunan adalah unsur penting kesuksesan. Jika Anda mengetuk gerbang cukup lama dan keras, pasti akan ada orang yang bangun. Tetesan airpun mampu melubangi batu, asalkan berlanjut terus tanpa henti. Bila kita renungkan, banyak orang-orang yang gagal dalam hidupnya bukan karena mereka bodoh, tetapi karena terlalu cepat menyerah pada usaha yang sedang mereka rintis. Ingatlah bahwa sukses bukanlah berlari dengan sepatu boot, selangkah demi selangkah, sedikit demi sedikit adalah jalan menuju kemakmuran, kebijaksanaan, dan kemuliaan.
Memerlukan waktu 20 tahun untuk membuat kesuksesan semalam. Karena itu, hari ini tetaplah setia dan bertekun dengan apa yang Anda kerjakan. Percayalah akan tiba waktunya, benih ketekunan itu akan berbuah manis. Dan keberhasilan pun akan segera menyapa Anda. Jadi, bertekunlah!
Renungan : Kemenangan adalah milik mereka yang tekun (Napoleon)
Hikmat Profesi (Juni 2009)











Leave your response!